Kamis, 20 Oktober 2011
Kata Telematika berasal dari bahasa Prancis "Telematique" yang digunakan oleh simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'informatisation de la Societe pada tahun 1978.
Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan onformatika. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika.
Contoh Manfaat Telematika di bidang Pendidikan ( E-learning)
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. E- learning merupakan contoh dari perkembangan di dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya.Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.
sumber: e-majalah.com
Label: Tugas
Minggu, 29 Mei 2011
Liputan6.com, Los Angeles: Memori penting karena menyimpan segala macam informasi. Berbagai hal akan dilakukan orang-orang untuk melindungi ingatan mereka. Lalu, bagaimana cara agar menjaga memori supaya tidak cepat lupa? Intip tips dari Feedmyhealth, Kamis (12/5), cara menjaga ingatan dalam pikiran.
1. Sarapan dengan karbohidrat
Mulailah hari Anda dengan sarapan yang bergizi dan mengandung karbohidrat. Karena sel-sel otak membutuhkan karbohidrat yang akan diubah tubuh menjadi glukosa untuk energi. Pilih biji-bijian dan karbohidrat lain yang dapat dicerna perlahan sehingga cukup menyediakan glukosa bagi tubuh.
2. Berolahraga ringan sebelum melakukan kegiatan
Latihan ringan seperti berjalan menuju kantor atau menari sebelum bekerja. Olahraga akan meningkatkan aliran darah, membawa oksigen yang sangat dibutuhkan dan glukosa sebagai bahan bakar ke tubuh. Orang bahkan bisa belajar kosa kata 20 persen lebih cepat jika dilakukan setelah berlatih.
3. "Browsing" di Internet
Sebuah penelitian mengungkapkan, sedikitnya satu jam sehari dihabiskan untuk berselancar di dunia maya (dapat merangsang bagian dari lobus frontal yang mengontrol memori jangka pendek).
4. Gerakan mata Anda
Berlatih gerakan mata sederhana dapat meningkatkan daya ingat jangka panjang sebesar 10 persen dan membantu mengingat bagian penting dari informasi. Ketika parkir kendaraan atau keluar dari angkutan umum, cobalah untuk memperhatikan situasi di sekitar dengan menggerakkan mata dari satu sisi ke sisi lain selama 30 detik.
5. Menyikat gigi sebelum tidur
Kebersihan gigi tak hanya mempengaruhi keindahan senyum, tapi juga penting untuk daya ingat. Jika gigi tidak dibersihkan maka gusi bisa meradang sehingga memudahkan bakteri jahat untuk memasuki aliran darah. Kemudian bakteri ini bisa menyebabkan radang di seluruh tubuh termasuk otak yang menyebabkan kerusakan kognitif.(AIS)
sumber : Liputan6.com
Mengisi perut alias makan merupakan kegiatan untuk memberikan gizi penting sebagai modal kekuatan melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, biasanya banyak yang melakukan kegiatan yang sejatinya tak boleh dilakukan sehabis makan. Apa saja aktivitas terlarang itu?
1. Merokok
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa merokok satu batang setelah menyantap makanan sama dengan mengisap 10 batang rokok. Dalam fase ini, kesempatan menderita kanker akan lebih besar.
2. Makan Buah-buahan
Mengonsumsi buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut penuh dengan udara alias kembung. Buah-buahan baik dikonsumsi setidaknya dua jam setelah makan atau satu jam sebelum makan.
3. Minum Teh
Mengapa demikian? Pasalnya, daun teh mengandung asam yang begitu tinggi. Zat ini akan membuat protein yang terkandung dalam makanan yang telah dilahap menjadi sulit untuk dicerna.
4. Mengendurkan Ikat Pinggang
Kebanyakan orang, terutama pria yang kelebihan berat badan akan mengendurkan ikat pinggang setelah menyantap makanan. Padahal, kegiatan ini dilarang karena dapat memmbuat kegiatan usus dan sistem pencernaan menjadi tak teratur.
5. Mandi
Mandi akan menyebabkan peningkatan aliran darah ke tangan, kaki, dan tubuh Anda. Sehingga, jumlah darah di sekitar perut akan berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan dalam perut kita.
6. Berjalan
Apakah Anda pernah mendengar setelah makan berjalan beberapa langkah dan Anda akan hidup sampai umur 99? Dalam kenyataannya, hal ini tidak benar. Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi.
7. Jangan langsung tidur
Sudah jelas, bila aktivitas ini dilakukan maka makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada lambung dan usus Anda.(HealthTime/MEL)
sumber : Liputan6.com
Senin, 09 Mei 2011
KOMPAS.com - Sandal jepit termasuk item fashion yang paling akrab dengan kita. Tak hanya dikenakan di rumah atau untuk ke warung, sandal jepit juga kerap menemani langkah kita saat menuju ke kantor. Sampai di kantor, sandal jepit menempati tempat terhormat di kolong meja, untuk digantikan dengan sepatu kantor.
Namun tahukah Anda, memakai sandal jepit atau sepatu datar ternyata tidak selalu lebih baik daripada sepatu berhak tinggi. American Podiatric Medical Association (APMA) mengatakan, sandal jepit pun bisa mengganggu kondisi kaki dan postur tubuh kita. Bahkan, sandal jepit adalah penyebab utama cidera kaki, dan bisa menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh jika dikenakan sepanjang waktu.
Menurut para dokter, sandal jepit bisa meningkatkan risiko nyeri tulang kering dan peradangan pada urat. Karena bentuk sandal jepit umumnya datar, lengkung telapak kaki kita pun akan menurun. Hal ini bisa mengakibatkan lebih banyak tekanan pada lutut, pinggul, dan punggung bawah.
Meskipun paparan ini merupakan hasil studi para ahli, Anda tidak perlu langsung berhenti memakai sandal jepit. Ikuti saja tips untuk memilih sandal jepit yang lebih aman, dan bagaimana mengenakannya untuk menghindari cidera pada kaki.
1. Hindari sol yang tipis
Banyak cidera kronis pada kaki yang disebabkan oleh kurangnya dukungan pada sol, seperti tendonitis atau telapak kaki yang datar. Sol yang terlalu lunak sehingga mudah dilipat jadi dua juga tidak baik, karena menurut APMA menandakan bahwa sandal itu tidak memberikan peredam goncangan atau pelindung telapak kaki. Kalau Anda memang hobi memakai sandal jepit, pilih yang solnya kuat, lebih tebal di sekitar lengkung telapak kaki sehingga mengikuti kontur kaki. John Whyte, MD, Chief Medical Expert dan VP of Health and Medical Education di Discovery Channel, juga memeringatkan bahwa sepatu yang bersol datar menyebabkan otot-otot betis memanjang, menambah stres pada urat keting, dan nyeri pada tulang kering.
2. Pilih yang tidak longgar
Seringkali kita memakai sandal jepit yang agak longgar, sehingga otot-otot kaki harus bekerja keras agar sandal tidak lepas saat kita berjalan. Menurut Whyte, banyak pemakai sandal jepit yang menggunakan jari-jari kakinya untuk mencengkeram sandal, sehingga memperpendek langkahnya dan menyebabkan otot menegang dengan cara yang tidak natural. Kalau Anda butuh sepatu atau sandal yang ramah udara panas, pilih saja sandal yang memiliki lekukan pada tumit atau yang memiliki tali pada pergelangan kaki, sehingga membantu mencegah sandal lepas.
3. Jangan menggunakan sandal jepit untuk aktivitas yang berat
Menurut beberapa ahli penyakit kaki, sandal jepit paling menyebabkan kerusakan karena kita terlalu sering memakainya, atau mengandalkannya untuk aktivitas yang berat. Sandal jepit lebih cocok dikenakan untuk ke pantai atau kolam renang saja, bukan untuk berjalan kaki dalam waktu yang lama. Sandal jepit bisa menyebabkan kaki rata bila dikenakan sepanjang waktu. Ketika telapak kaki menjadi rata, pergelangan kaki menekuk ke dalam, sehingga menambahkan tekanan pada lutut dan punggung bagian bawah.
4. Hati-hati dengan bahan bakunya
Banyak sandal jepit yang dibuat dari plastik atau karet yang bila terjadi gesekan bisa menyebabkan kaki melepuh. Selain itu, karena kaki Anda cenderung terkena udara dan tanah, bagian yang melepuh ini bisa menyebabkan infeksi. Pilih sandal dengan tali dari kulit atau kain yang lebih lembut untuk kaki Anda.
sumber :
http://female.kompas.com/read/2011/04/14/11023926/Siapa.Bilang.Sandal.Jepit.Aman.untuk.Kaki.
KOMPAS.com - Tanpa kita sadari, kita sering melakukan kebiasaan buruk terhadap perawatan wajah. Sebutlah misalnya, tidak membersihkan muka sebelum tidur. Atau, memencet jerawat karena gemas melihatnya. Padahal, kita tahu apa akibatnya jika kita melakukan beberapa kebiasaan buruk tersebut. Penyebab lain, kita tidak tahu bahwa kebiasaan tersebut memberikan efek yang kurang baik bagi kesehatan wajah. Nah, mulai sekarang bila Anda pernah melakukan beberapa kebiasaan buruk di bawah ini, segera hentikan.
1. Langsung mengoleskan produk kosmetik baru ke wajah
Tak semua produk kosmetik cocok untuk Anda. Karenanya, untuk memastikan apakah kulit bereaksi negatif atau tidak, oleskan produk yang baru pertama kali dicoba itu di bagian dalam lengan bawah mendekati telapak tangan. Biarkan kurang lebih 15–20 menit. Cermati reaksinya. Bila permukaan kulit tampak memerah, jangan terkecoh bahwa krim yang digunakan sedang bekerja. Itu dapat menjadi pertanda kulit Anda menolak produk tersebut. Apalagi bila diiringi dengan rasa gatal-gatal di sekitarnya. Segera bilas dengan air dingin dan cucilah hingga bersih.
2. Tidak membersihkan kulit wajah dalam waktu 24 jam
Kulit butuh bernapas sehingga make-up yang menutupi pori-pori kulit perlu dibersihkan. Untuk itu bersihkan wajah dari make-up sebelum 24 jam sejak pemakaiannya. Cara membersihkannya dengan menggunakan sabun khusus wajah, jangan sabun mandi. Sabun mandi yang bersifat alkalis (basa) bisa membuat lapisan paling atas dari kulit ari yang berfungsi sebagai pelindung wajah terkelupas. Akibatnya jika cairan sabun ini masuk ke kulit, bisa terjadi iritasi dengan tanda-tanda seperti kulit merah, gatal, kering, dan bersisik. Sabun yang baik untuk wajah adalah yang memiliki pH (tingkat keasaman) balance netral atau sama dengan pH kulit (biasanya pH balance tertera pada kemasan).
3. Memencet jerawat
Kebiasaan memencet jerawat sebenarnya justru akan memperparah keadaan jerawat. Kala wajah sedang berjerawat tindakan yang disarankan adalah menggunakan purifying mask, atau masker yang mampu mengangkat kotoran wajah secara mendalam. Masker ini umumnya berbahan dasar lumpur (mud mask) atau tanah liat (clay mask) yang efektif untuk mengangkat kotoran serta minyak di wajah. Bisa juga, pilih masker wajah yang mengandung bahan aktif pembasmi jerawat alias medicated mask. Pilihan lainnya adalah membiarkan jerawat menghilang dengan sendirinya dengan menunggu hingga menjadi matang. Anda bisa mengeluarkan sumbatan dari jerawat yang matang dengan lembut. Caranya celupkan kapas ke dalam teh chamomile. Tempelkan selama mungkin pada kulit yang berjerawat untuk melembutkannya. Balut ujung jari yang sudah dicuci dengan tisu bersih dan tekan pelan daerah sekitar jerawat sampai isinya keluar. Oleskan antiseptik atau krim jerawat setelahnya.
4. Mengoleskan pelembab secara berlebihan
Pelembab kulit bermanfaat untuk menghambat penguapan cairan dalam kulit. Pakailah setelah mandi atau setelah membersihkan kulit wajah di saat kulit dalam keadaan bersih. Oleskan pelembab secukupnya di permukaan kulit wajah. Mengoleskan pelembab secara berlebihan dengan harapan agar kulit menjadi semakin terlindungi justru akan membuat pori-pori kulit wajah tersumbat, sehingga rentan timbul jerawat. Indikator pemakai pelembab terlalu banyak adalah jika 15 menit setelah pemakaian kulit muka masih terlihat berminyak. Ini pertanda pelembab tidak terserap lagi dengan baik oleh kulit. Selain itu, kulit wajah pun tampak sembab. Untuk itu, pilihlah pelembab yang baik dan sesuai dengan jenis kulit Anda.
5. Tidak membersihkan alat kecantikan
Menggunakan alat make-up yang kotor dapat menyebabkan kerusakan kulit, terutama bagi yang memiliki kulit sensitif. Kulit dapat menjadi kemerahan, selain juga menimbulkan jerawat. Cuci peralatan make-up terutama yang menyentuh wajah sedikitnya seminggu sekali. Caranya, celupkan alat-alat make-up (kuas, spons) ke dalam cairan yang telah diberi larutan shampo bayi. Kemudian, keringkan dengan cara ditepuk-tepukkan ke tisu atau keringkan secara alamiah.
6. Mencabut alis secara berlebihan
Sebab beberapa rambut alis yang sudah dicabut berpeluang untuk tidak tumbuh lagi. Kalaupun ingin mencabut alis, cabutlah rambut yang berada di bawah garis alis, lalu tebalkan dengan pensil alis tipis-tipis. Bagi Anda yang sudah telanjur mencabut alis, lukislah alis dengan pensil alis kemudian tambahkan perona mata yang berwarna senada dengan kuas pada alis yang dibentuk tersebut.
7. Menambah olesan lipstik secara berulang
Jangan lakukan ini. Mengapa? Karena mungkin saja pada olesan lipstik Anda sebelumnya sudah tercemar debu bahkan sisa makanan yang menempel. Dengan begitu tindakan memoles lipstik tanpa membersihkan sisa olesan sebelumnya hanya membuka peluang mencemari stik lipstik Anda dengan berbagai bakteri. Bersihkan bibir terlebih dulu sebelum memoleskan lipstik kembali, terlebih jika rentang waktunya cukup lama.
8. Membersihkan bibir dengan facial scrub
Masker wajah atau produk peeling selain mengandung zat pembersih aktif, juga cairan busa yang kuat. Butiran scrub-nya juga besar dan kasar sehingga dapat menyebabkan iritasi pada kulit bibir yang halus. Untuk itu, gunakan hanya scrub khusus bibir.
sumber :
http://female.kompas.com/read/2009/06/22/09335837/8.Larangan.bagi.Kecantikan
Label: Cantik
KOMPAS.com - Menemukan hasrat dan semangat yang positif bisa membantu Anda mengalahkan pikiran negatif. Dengan begitu, Anda akan merasa terpenuhi dari sisi kebutuhan emosi dan fisik. Kemudian Anda bertumbuh dengan lebih menghargai waktu, mandiri, percaya diri, dan mampu berhubungan baik dengan orang lain di sekitar Anda. Dengan sikap mental positif Anda akan lebih siap menghadapi tantangan, termasuk dalam pekerjaan. Simak cara berlatih menjadi positif berikut ini:
Masukkan hiburan dalam jadwal harianSaat membuat jadwal harian, jangan pernah lupakan aktivitas yang membuat hari Anda menyenangkan. Apa pun bentuknya, lakukan hal yang menurut Anda menyenangkan setiap hari, meski hanya beberapa saat saja.
Ajak diri Anda menjadi kuat dan mandiriAda saatnya energi melemah saat Anda masih harus menyelesaikan pekerjaan. Namun coba lawan rasa malas atau apa pun yang melemahkan Anda. Sikap mental ini bisa dibangun dan dibiasakan. Sebagai tahapannya, coba ukur kemampuan Anda dalam olahraga. Paksakan untuk melakukan gerakan olahraga dalam hitungan 10 menit.
Saat Anda mengikuti kelas olahraga dengan personal trainer, misalnya, Anda akan dipaksa menyelesaikan waktu olahraga, sekalipun Anda sudah terlihat menyerah. Ketika Anda mengikuti perintah instruktur, tanpa sadar Anda sudah menyelesaikan gerakan tersebut dan bisa melewatinya dengan baik. Kemampuan yang dibiasakan ini bisa membantu Anda merasa percaya diri dan memperkuat sistem kekebalan Anda. Hormon pembangkit gairah dan semangat juga akan terpompa.
Melawan stresPraktekkan strategi sederhana untuk mengurangi stres. Bentuknya bisa dengan mengatur pernafasan dengan perlahan. Ambil nafas mendalam dari hidung, lalu keluarkan perlahan melalui mulut. Ulangi tiga hingga empat kali untuk memberikan kesempatan oksigen masuk dalam aliran darah, dan memberikan rasa tenang. Yoga dan meditasi juga menjadi cara efektif mengurangi stres, depresi, dan kepanikan. Jalan kaki selama 10 menit juga membantu Anda untuk melawan stres.
Berbagilah dengan orang lainKemampuan yang Anda miliki bisa bermanfaat bagi orang lain. Cari bentuk kerelawanan yang bisa memanfaatkan kemampuan Anda. Anda bisa menemukan di bidang pendidikan, klub, atau komunitas. Penelitian membuktikan, menjadi relawan membuat seseorang lebih bahagia dan meningkatkan kesejahteraan. Perasaan terikat dan terlibat dalam aktivitas komunitas baik bagi kesehatan emosi. Cara ini juga baik untuk mempelajari kemampuan lain dan kesempatan berkenalan dan menjalin relasi.
Berikan apresiasi terhadap orang lainBerkumpullah bersama teman, keluarga, atau sahabat, setidaknya sekali atau dua kali sebulan. Keterbukaan dan kepercayaan yang Anda bagi bersama orang terdekat membuat Anda lebih kuat menghadapi berbagai persoalan setiap harinya. Berbagi cerita atau sekadar bersenang-senang baik untuk kesehatan, apalagi jika melepas tawa. Tertawa menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi hormon stres, dan melepas endorfin yang bisa mengurangi rasa sakit. Hubungan baik juga bisa dilakukan dalam lingkungan kerja. Kolega atau rekan kerja juga membutuhkan dukungan Anda.
Label: Psikologi
KOMPAS.com — Jika masalah terasa begitu berat dan emosi memuncak, tak ada salahnya menggerutu, namun lakukan dengan cara yang manis. Kebiasaan mengeluh ternyata bisa mendatangkan hal positif bagi diri sendiri. Robin Kowalski, PhD, psikolog dari Clemson University, menyarankan beberapa langkah yang tepat agar emosi terjaga dan Anda terbebas dari masalah yang mengganggu pikiran.
* Atur siasat yang tepat
Ceritakan masalah yang Anda hadapi kepada orang yang benar-benar tertarik mendengarkan. Pastikan Anda bercerita tidak kepada orang yang itu-itu saja. Sebab, bisa saja dia berpikir Anda tukang menggerutu.
* Sampaikan dengan jelas apa yang menjadi kekesalan Anda
Boleh saja menyampaikan kekesalan Anda kepada orang lain, namun pastikan isi pesannya jelas, bukan sekadar marah-marah tanpa sebab. Namun, jika kita bermaksud ingin mengubah keadaan, cobalah untuk melakukan sesuatu ketimbang hanya berkeluh-kesah.
* Gunakan kalimat positif
Gunakan fakta dan sampaikan secara diplomatis. Alih-alih berkata, "Ibuku selalu sulit diajak kompromi", lebih baik menggantinya dengan kata-kata, "Ibuku kurang fleksibel". Penggunaan kalimat positif membuat keluhan Anda lebih berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain.
* Pilih waktu yang tepat
Penyampaian keluhan pada waktu yang tidak tepat akan membuat kita dianggap sebagai pengganggu. Anda boleh saja mengeluh, namun juga tetap perlu menahan diri, mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan keluh kesah.
sumber :
http://female.kompas.com
Label: Psikologi



